paingsoe – Take-Two Interactive mengambil langkah hukum untuk mengungkap identitas pihak yang diduga menyebarkan kebocoran GTA 6. Perusahaan tersebut merupakan induk Rockstar Games.
Langkah tersebut dilakukan setelah rekaman gameplay GTA 6 kembali beredar melalui berbagai platform. Kebocoran terbaru mencakup video permainan dan materi lain yang belum dirilis secara resmi.
“Baca Juga: vivo V80 Lite 5G Bawa Baterai 7.050mAh dan 120Hz”
Menurut laporan Kotaku, Take-Two mengajukan sejumlah subpoena melalui pengadilan federal Amerika Serikat. Permintaan tersebut diajukan pada 20 Agustus.
Dokumen pengadilan tersebut meminta Microsoft dan Discord menyerahkan informasi terkait akun yang diduga terlibat. Data tersebut diharapkan membantu perusahaan menemukan identitas pihak di balik penyebaran materi.
Microsoft dan Discord Diminta Menyerahkan Data Akun
Permintaan Take-Two menggunakan dasar hukum yang berkaitan dengan Digital Millennium Copyright Act atau DMCA. Perusahaan berusaha mengidentifikasi pihak yang diduga melanggar hak cipta.
Dokumen tersebut diajukan melalui Southern District Court of New York. Take-Two menyatakan materi GTA 6 yang bocor memiliki perlindungan hak cipta.
Materi tersebut mencakup rekaman audiovisual, artwork, gambar, dialog, serta berbagai elemen kreatif lainnya. Informasi tersebut menjadi dasar permintaan untuk memperoleh data mengenai akun terkait.
Microsoft dan Discord menjadi bagian penting dalam proses tersebut. Kedua platform kemungkinan memiliki informasi akun yang dapat membantu penyelidikan.
Data yang diminta dapat digunakan untuk menghubungkan aktivitas digital dengan identitas tertentu. Namun, dokumen tersebut tidak berarti identitas pelaku sudah berhasil ditemukan.
Take-Two Memburu Kelompok yang Menggunakan Nama Cyberleek
Penyelidikan ini berkaitan dengan pihak yang menggunakan nama Cyberleek dalam aktivitas penyebaran kebocoran GTA 6. Kelompok tersebut sebelumnya mengklaim bertanggung jawab atas materi yang beredar.
Take-Two tidak hanya berusaha menghapus konten yang melanggar hak cipta. Perusahaan juga berupaya menemukan pihak yang berada di balik akun penyebarannya.
Tantangan utama terletak pada luasnya jejak digital yang harus ditelusuri. Akun berbeda dan berbagai platform dapat digunakan untuk menyebarkan kembali materi yang sama.
Karena itu, informasi dari platform digital dapat membantu perusahaan menghubungkan aktivitas tersebut. Proses hukum menjadi salah satu cara untuk memperoleh informasi yang tidak tersedia secara publik.
Kebocoran GTA 6 Kembali Mengganggu Rockstar
Kebocoran besar GTA 6 sebenarnya bukan kejadian pertama yang dihadapi Rockstar Games. Pada 2022, rekaman gameplay dari versi pengembangan game tersebut juga tersebar secara luas.
Rockstar kemudian memberikan tanggapan terbuka mengenai insiden tersebut. Kebocoran terbaru kembali menempatkan keamanan materi GTA 6 dalam sorotan.
Namun, waktu terjadinya kebocoran kali ini menjadi perhatian tersendiri. Rockstar sedang memasuki periode promosi resmi menjelang peluncuran GTA 6.
Perusahaan juga dijadwalkan menghadirkan materi GTA 6 berikutnya melalui Netflix pada 27 Agustus. Penyebaran materi tidak resmi dapat mengurangi kejutan yang disiapkan dalam kampanye promosi.
GTA 6 sendiri dijadwalkan meluncur pada 19 November 2026. Karena itu, Rockstar memiliki kepentingan besar untuk menjaga materi promosi dan informasi permainan.
“Baca Juga: Infinix Xpad 30 Pro Bawa Layar 2.5K 90Hz dan Baterai 8.200mAh”
Microsoft Siap Bekerja Sama dengan Take-Two
Microsoft telah menyatakan kesediaannya untuk bekerja sama dengan Take-Two dan Rockstar. Kerja sama tersebut bertujuan membantu melindungi kekayaan intelektual yang berkaitan dengan GTA 6.
Sementara itu, Microsoft dan Discord dilaporkan memiliki tenggat hingga 4 September untuk merespons permintaan tersebut. Proses tersebut dapat menjadi langkah penting dalam upaya mengidentifikasi pihak yang diduga menyebarkan kebocoran.
Hasil akhirnya masih bergantung pada informasi yang dapat diberikan kedua platform. Identitas pihak yang berada di balik nama Cyberleek juga belum diumumkan.
Kasus ini menunjukkan bahwa kebocoran GTA 6 kini tidak hanya menghadirkan masalah pemasaran. Take-Two telah membawa persoalan tersebut ke jalur hukum untuk melindungi materi miliknya.
Langkah tersebut juga memperlihatkan keseriusan perusahaan menghadapi distribusi materi GTA 6 tanpa izin. Perkembangan proses hukum selanjutnya akan menentukan apakah identitas pihak terkait berhasil terungkap.




