paingsoe – Fakta baru mengenai pengembangan Star Wars: Fate of the Old Republic akhirnya mulai terungkap ke publik. Setelah sempat muncul melalui teaser di The Game Awards 2025, proyek tersebut sempat menghilang tanpa banyak informasi lanjutan. Kini, laporan terbaru mengungkap pihak yang berada di balik pendanaan game tersebut.
Menurut laporan Bloomberg, proyek itu didukung oleh perusahaan baru bernama GreaterThan Group atau GTG. Perusahaan tersebut didirikan oleh mantan eksekutif NetEase bernama Simon Zhu. Informasi tersebut langsung menarik perhatian industri game karena keterlibatan sosok penting dari perusahaan besar China.
“Baca Juga: Bocoran Dimensity 8600 Ungkap Penggunaan Proses 3nm”
Menariknya, GreaterThan Group saat ini hanya memiliki satu proyek utama di bawah naungannya. Proyek tersebut adalah Star Wars: Fate of the Old Republic. Hal itu menunjukkan bahwa perusahaan benar-benar memfokuskan sumber dayanya untuk pengembangan game tersebut.
Bloomberg juga menyebut GTG berhasil mendapatkan pendanaan awal sebesar USD 100 juta. Jumlah tersebut tergolong besar untuk studio baru dengan satu proyek utama. Dukungan finansial itu diperkirakan memberi ruang lebih luas bagi pengembangan game RPG ambisius tersebut.
Arcanaut Studios Dipimpin Mantan Tokoh BioWare
Game ini diketahui sedang dikembangkan oleh Arcanaut Studios yang dipimpin oleh Casey Hudson. Hudson sendiri dikenal sebagai salah satu tokoh penting di BioWare yang terlibat dalam berbagai RPG legendaris.
Selama kariernya di BioWare, Casey Hudson memiliki peran besar dalam pengembangan franchise besar seperti Mass Effect dan Star Wars. Karena itu, keterlibatannya dalam proyek Fate of the Old Republic langsung meningkatkan ekspektasi penggemar RPG.
Hudson juga disebut telah merekrut sejumlah veteran BioWare untuk bergabung dengan Arcanaut Studios. Tim tersebut diharapkan mampu menghadirkan kualitas naratif yang selama ini menjadi ciri khas BioWare klasik. Banyak penggemar berharap proyek ini dapat menghidupkan kembali nuansa RPG mendalam seperti era lama studio tersebut.
Nama Star Wars: Fate of the Old Republic sendiri langsung mengingatkan pemain pada Star Wars: Knights of the Old Republic. Franchise tersebut masih dianggap sebagai salah satu RPG Star Wars terbaik sepanjang masa hingga sekarang.
Casey Hudson Ingin Hadirkan RPG Dengan Replayability Tinggi
Meski detail gameplay masih sangat minim, Casey Hudson mulai membagikan beberapa visi pengembangan game tersebut. Ia menegaskan bahwa proyek ini tidak akan mengejar durasi permainan ratusan jam seperti banyak RPG modern saat ini.
Menurut Hudson, fokus utama game berada pada replayability dan pilihan jalur cerita. Pemain nantinya diharapkan mendapatkan pengalaman berbeda setiap kali memainkan ulang game tersebut. Pendekatan itu mengingatkan banyak penggemar pada RPG klasik BioWare yang terkenal dengan sistem pilihan dan konsekuensi.
Hudson tampaknya ingin menghadirkan pengalaman RPG yang lebih padat namun tetap memiliki kedalaman cerita. Strategi tersebut berbeda dari tren game open world modern yang sering menonjolkan ukuran map dan durasi sangat panjang.
Banyak pemain menilai pendekatan seperti ini justru lebih menarik untuk RPG naratif. Sistem replayability kuat sering dianggap memberi nilai lebih dibanding konten panjang yang repetitif. Karena itu, visi Hudson mendapat respons cukup positif dari komunitas penggemar RPG.
Tim Pengembang Tolak Penggunaan AI Generatif
Salah satu pernyataan paling menarik dari Casey Hudson adalah sikapnya terhadap AI generatif. Ia menegaskan bahwa tim kecil Arcanaut Studios tidak berencana menggunakan AI generatif untuk mempercepat pengembangan game.
Hudson menyebut teknologi tersebut terasa “creatively soulless” atau kehilangan jiwa kreatif. Pernyataan itu muncul di tengah meningkatnya penggunaan AI di industri game modern. Banyak studio kini mulai memanfaatkan AI untuk membantu pembuatan dialog, desain, hingga aset visual.
Namun, Hudson tampaknya ingin mempertahankan pendekatan pengembangan yang lebih tradisional dan berfokus pada kreativitas manusia. Ia menilai sentuhan kreatif dari tim pengembang tetap menjadi elemen penting dalam membangun RPG berkualitas tinggi.
Sikap tersebut mendapat dukungan dari sebagian komunitas pemain yang khawatir AI dapat mengurangi kualitas artistik game. Di sisi lain, beberapa pihak juga menilai penggunaan AI sebenarnya dapat membantu efisiensi produksi jika digunakan secara tepat.
“Baca Juga: Spoiler Forza Horizon 6 Berujung Ban 8.000 Tahun”
Star Wars Fate of the Old Republic Ditargetkan Rilis Sebelum 2030
Saat ini, pengembangan Star Wars: Fate of the Old Republic masih berada pada tahap awal. Casey Hudson memastikan game tersebut ditargetkan rilis sebelum tahun 2030. Meski terdengar masih lama, pengembangan RPG skala besar memang biasanya membutuhkan waktu bertahun-tahun.
Belum ada informasi resmi mengenai platform maupun detail gameplay lengkap proyek tersebut. Namun, keterlibatan veteran BioWare dan dukungan dana besar membuat game ini mulai dipandang sebagai salah satu RPG paling ambisius yang sedang dikembangkan.
Penggemar Star Wars juga berharap game ini mampu mengembalikan nuansa RPG mendalam yang sempat menjadi kekuatan franchise di era lama. Fokus pada cerita bercabang dan replayability dianggap cocok untuk dunia Star Wars yang kaya akan konflik dan pilihan moral.
Dengan kombinasi mantan talenta BioWare, pendanaan besar, dan visi kreatif yang cukup jelas, Fate of the Old Republic kini mulai menarik perhatian lebih besar. Jika pengembangannya berjalan sesuai rencana, game ini berpotensi menjadi salah satu RPG Star Wars paling penting dalam beberapa tahun mendatang.



