paingsoe – Gelombang restrukturisasi yang tengah berlangsung di Xbox dikabarkan mulai mengancam masa depan sejumlah studio internal. Setelah nama Compulsion Games sempat muncul dalam laporan sebelumnya, kini Ninja Theory disebut menjadi studio berikutnya yang berisiko mengalami penutupan.
Laporan tersebut muncul tidak lama setelah CEO Xbox, Asha Sharma, mengumumkan rencana restrukturisasi besar di divisi gaming Microsoft. Perusahaan disebut akan melakukan evaluasi menyeluruh terhadap strategi bisnis dan prioritas investasi mereka.
Sejak pengumuman itu, berbagai spekulasi mengenai nasib studio-studio di bawah Xbox mulai bermunculan. Beberapa laporan menyebut bahwa Microsoft sedang mencari cara untuk meningkatkan efisiensi sekaligus menekan biaya operasional.
“Baca Juga: Bos Treyarch Pensiun Usai 22 Tahun Memimpin Studio”
Di tengah situasi tersebut, Ninja Theory menjadi nama yang paling baru dikaitkan dengan kemungkinan penutupan. Kabar ini tentu mengejutkan banyak penggemar mengingat studio asal Inggris itu baru saja memperlihatkan proyek terbaru mereka.
Hingga saat ini, Microsoft maupun Xbox belum memberikan tanggapan resmi mengenai laporan tersebut. Karena itu, informasi yang beredar masih harus diperlakukan sebagai rumor.
Meski begitu, laporan dari media besar membuat perhatian komunitas game kini tertuju pada masa depan salah satu studio paling berpengaruh di bawah naungan Xbox tersebut.
The Verge Sebut Karyawan Sudah Menerima Pemberitahuan
Informasi mengenai kemungkinan penutupan Ninja Theory berasal dari laporan terbaru The Verge. Media tersebut mengutip sumber internal yang mengetahui situasi di dalam perusahaan.
Menurut laporan tersebut, para karyawan Ninja Theory telah menerima pemberitahuan pada hari Senin terkait rencana penutupan studio. Detail mengenai isi pemberitahuan tersebut belum diungkap secara lengkap.
Meski situasinya disebut cukup serius, laporan itu juga menyebut bahwa peluang Ninja Theory untuk bertahan masih terbuka. Salah satu skenario yang memungkinkan adalah studio tersebut menemukan pemilik baru sebelum proses penutupan benar-benar dilakukan.
Namun hingga saat ini, belum ada informasi mengenai pihak mana yang berpotensi mengambil alih Ninja Theory jika skenario tersebut benar-benar terjadi.
Microsoft juga belum memberikan konfirmasi maupun bantahan terhadap laporan tersebut. Situasi ini membuat banyak penggemar dan pelaku industri memilih menunggu pernyataan resmi sebelum menarik kesimpulan.
Jika rumor ini terbukti benar, maka Ninja Theory akan menjadi salah satu studio terbesar yang terdampak restrukturisasi Xbox dalam beberapa tahun terakhir.
Ninja Theory Baru Saja Perkenalkan Game Baru di Xbox Showcase
Kabar mengenai ancaman penutupan terasa semakin mengejutkan karena Ninja Theory baru saja memperkenalkan proyek terbarunya. Studio tersebut tampil dalam Xbox Showcase yang menjadi bagian dari Summer Game Fest 2026.
Pada acara tersebut, Ninja Theory memperlihatkan game baru berjudul Senua. Kehadiran proyek tersebut sempat memunculkan optimisme bahwa studio masih menjadi bagian penting dari strategi jangka panjang Xbox.
Karena itu, laporan mengenai kemungkinan penutupan memunculkan tanda tanya besar. Banyak pemain bertanya-tanya bagaimana nasib proyek baru tersebut jika Ninja Theory benar-benar dihentikan operasinya.
Selama beberapa tahun terakhir, Ninja Theory dikenal sebagai studio yang fokus menghadirkan pengalaman sinematik dengan tema yang kuat. Mereka berhasil membangun identitas unik yang berbeda dari studio lain di bawah Xbox.
Pengumuman game baru beberapa waktu lalu juga menunjukkan bahwa studio masih aktif mengembangkan proyek ambisius. Hal inilah yang membuat rumor penutupan terasa semakin sulit dipercaya bagi sebagian penggemar.
Meski demikian, restrukturisasi perusahaan terkadang tidak selalu berkaitan langsung dengan kualitas studio atau proyek yang sedang berjalan. Faktor bisnis dan strategi jangka panjang sering kali menjadi pertimbangan utama.
Nasib Ninja Theory Mirip dengan Compulsion Games
Sebelum Ninja Theory, nama Compulsion Games juga sempat muncul dalam laporan serupa. Studio yang dikenal melalui South of Midnight itu disebut menghadapi masa depan yang tidak menentu.
Compulsion Games diakuisisi Xbox pada 2018, sama seperti Ninja Theory. Namun, laporan menyebut bahwa studio tersebut telah berada dalam situasi sulit selama beberapa waktu terakhir.
Salah satu alasannya adalah performa game mereka yang dikabarkan tidak mencapai target yang ditetapkan Microsoft. Kondisi tersebut membuat masa depan studio menjadi bahan spekulasi.
Kini, Ninja Theory disebut menghadapi ancaman yang serupa. Situasi ini menunjukkan bahwa restrukturisasi Xbox kemungkinan akan berdampak pada lebih dari satu studio.
Banyak pihak mulai mempertanyakan arah strategi Microsoft setelah melakukan ekspansi besar selama beberapa tahun terakhir. Akuisisi studio dan investasi besar yang dilakukan perusahaan kini tampaknya memasuki fase evaluasi.
Jika laporan-laporan tersebut benar, maka Xbox harus mengambil keputusan sulit mengenai studio mana yang akan dipertahankan dan mana yang harus dilepas.
“Baca Juga: Game RPG Avatar: The Last Airbender Dibatalkan Paramount”
Penggemar Menunggu Kepastian Masa Depan Ninja Theory
Bagi banyak gamer, Ninja Theory bukan sekadar studio biasa. Perusahaan asal Inggris itu telah membangun reputasi kuat melalui berbagai game yang menawarkan pendekatan naratif dan sinematik yang unik.
Seri Hellblade menjadi contoh paling jelas dari identitas tersebut. Game itu mendapat banyak pujian karena keberaniannya mengangkat tema psikologis dengan pendekatan yang mendalam dan emosional.
Karena itu, rumor mengenai kemungkinan penutupan studio memunculkan keprihatinan besar di kalangan penggemar. Banyak pemain berharap Microsoft dapat menemukan solusi yang memungkinkan Ninja Theory tetap bertahan.
Apalagi, studio tersebut baru saja menunjukkan proyek baru yang terlihat menjanjikan. Kehilangan Ninja Theory tentu akan menjadi pukulan besar, tidak hanya bagi Xbox, tetapi juga bagi industri game secara keseluruhan.
Untuk saat ini, belum ada pernyataan resmi yang dapat memastikan nasib studio tersebut. Penggemar masih harus menunggu klarifikasi dari Microsoft maupun Ninja Theory mengenai situasi yang sebenarnya.
Hingga saat itu tiba, masa depan Ninja Theory masih menjadi salah satu pertanyaan terbesar di tengah gelombang restrukturisasi yang sedang berlangsung di Xbox.



