paingsoe – Perseteruan antara Krafton dan tim kepemimpinan Unknown Worlds kembali mencuat. Konflik ini bermula dari pemecatan sepihak terhadap sejumlah petinggi studio. Dampaknya, pengembangan dan rencana rilis awal Subnautica 2 sempat terganggu.
“Baca Juga: DLSS 5 NVIDIA Tuai Reaksi Meme dari Netizen”
Kasus ini kemudian berlanjut ke jalur hukum di Amerika Serikat. Proses persidangan menjadi sorotan karena melibatkan publisher besar dan studio ternama.
Perkembangan terbaru menunjukkan adanya putusan penting dari pengadilan. Putusan ini mengubah arah konflik yang sebelumnya belum jelas.
Pengadilan Perintahkan Ted Gill Kembali Menjabat CEO
Pengadilan Delaware mengeluarkan keputusan terkait kasus ini pada Maret 2026. Hakim memerintahkan Krafton untuk mengembalikan Ted Gill ke posisi CEO.
Keputusan tersebut didasarkan pada temuan pelanggaran oleh pihak Krafton. Pengadilan menyatakan pemecatan dilakukan tanpa alasan yang sah.
Selain itu, tindakan tersebut dinilai melanggar kesepakatan kerja yang berlaku. Oleh karena itu, status pemecatan dianggap tidak berlaku.
Pengadilan juga menegaskan bahwa posisi CEO harus dipulihkan sepenuhnya. Ted Gill kembali memiliki wewenang atas operasional studio.
Krafton Dinilai Langgar Perjanjian dan Ambil Alih Operasional
Hakim menyatakan Krafton melanggar EPA dengan memberhentikan karyawan inti. Selain itu, perusahaan juga dinilai mengambil kendali operasional secara tidak tepat.
Keputusan ini memperkuat posisi Unknown Worlds dalam sengketa tersebut. Pengadilan menilai langkah Krafton tidak sesuai prosedur hukum.
Selain memulihkan jabatan, pengadilan juga melarang intervensi terhadap CEO. Krafton tidak diperbolehkan mengganggu kinerja manajemen baru.
Akses game Subnautica 2 ke platform distribusi juga harus dikembalikan. Hal ini penting untuk menjaga kelangsungan pengembangan game.
Bonus Ratusan Juta Dolar dan Peran Leadership Dipulihkan
Pengadilan juga memerintahkan pembayaran bonus kepada mantan pimpinan. Total nilai bonus mencapai 250 juta dolar Amerika.
Batas waktu pembayaran diperpanjang hingga 15 September 2026. Keputusan ini menjadi bagian dari penyelesaian sengketa.
Selain Ted Gill, dua tokoh lain juga disebut memiliki peran penting. Charlie Cleveland dan Max McGuire akan kembali terlibat dalam pengembangan.
Putusan ini sekaligus menolak alasan baru yang diajukan Krafton. Hakim menilai alasan tersebut tidak memiliki dasar kuat.
“Baca Juga: AirPods Max 2 Hadir dengan Upgrade ANC”
Dampak Sengketa terhadap Subnautica 2 dan Industri Game
Konflik ini berdampak pada pengembangan Subnautica 2. Rencana Early Access sempat terganggu akibat ketidakpastian manajemen.
Data internal menunjukkan potensi besar dari game tersebut. Diperkirakan penjualan dapat mencapai lebih dari 1,67 juta kopi dalam satu kuartal.
Pengadilan juga menyoroti upaya internal untuk melindungi data studio. Tindakan ini dilakukan saat terjadi konflik pengambilalihan.
Di sisi lain, Krafton menyatakan ketidaksetujuan terhadap putusan tersebut. Perusahaan mengklaim tetap fokus pada pengembangan game.
Kasus ini menjadi contoh penting dalam industri game global. Sengketa antara publisher dan developer dapat memengaruhi proses produksi. Ke depan, stabilitas manajemen menjadi faktor penting dalam keberhasilan proyek game besar.




