paingsoe – Arjan Brussee dikabarkan tengah mengembangkan game engine baru bernama Immense Engine. Proyek tersebut diposisikan sebagai alternatif asal Eropa untuk menyaingi Unreal Engine milik Epic Games yang saat ini mendominasi industri game global.
Informasi mengenai proyek tersebut muncul melalui wawancara Brussee dengan publikasi teknologi Belanda, De Technoloog. Dalam wawancara itu, ia membahas visi besar di balik pengembangan Immense Engine dan alasan mengapa proyek tersebut dianggap penting untuk industri Eropa.
“Baca Juga: Nintendo Kehilangan 10% Nilai Saham Terbaru”
Arjan Brussee sendiri dikenal sebagai salah satu pendiri Guerrilla Games, studio yang terkenal lewat franchise seperti Horizon Forbidden West dan Killzone. Pengalamannya di industri game juga semakin kuat setelah sebelumnya menjabat sebagai Global Director of Product Management untuk Unreal Engine di Epic Games.
Kini, Brussee disebut kembali ke Belanda untuk memimpin langsung pengembangan Immense Engine. Langkah tersebut memperlihatkan ambisi besar untuk membangun teknologi game engine yang mampu bersaing secara global.
Immense Engine Diposisikan Sebagai Alternatif Eropa
Menurut Brussee, hingga saat ini belum ada game engine besar asal Eropa yang sepenuhnya mematuhi regulasi regional setempat. Situasi tersebut dianggap membuka peluang besar bagi Immense Engine untuk berkembang sebagai solusi teknologi baru di kawasan tersebut.
Ia menilai banyak perusahaan Eropa membutuhkan infrastruktur software yang lebih sesuai dengan aturan regional, terutama terkait privasi data dan regulasi teknologi digital. Immense Engine disebut dirancang untuk menjawab kebutuhan tersebut.
Selama ini, mayoritas developer game global masih bergantung pada Unreal Engine atau engine lain dari perusahaan Amerika Serikat dan China. Karena itu, kehadiran alternatif baru dari Eropa dianggap cukup menarik bagi sebagian pengembang.
Brussee juga menyebut Immense Engine tidak hanya ingin menjadi pesaing Unreal Engine, tetapi juga bersaing dengan teknologi engine buatan perusahaan China yang mulai berkembang pesat dalam beberapa tahun terakhir.
Pendekatan ini memperlihatkan bagaimana industri teknologi Eropa mulai mencoba membangun kemandirian software mereka sendiri. Immense Engine dipandang sebagai bagian dari upaya memperkuat ekosistem teknologi regional.
Immense Engine Tidak Hanya Fokus pada Industri Game
Menariknya, Immense Engine tidak dikembangkan khusus untuk kebutuhan video game saja. Brussee mengungkap bahwa engine tersebut juga dirancang untuk mendukung simulasi 3D dalam berbagai sektor lain.
Bidang pertahanan dan logistik disebut menjadi salah satu fokus utama pengembangan teknologi tersebut. Dengan cakupan penggunaan yang lebih luas, Immense Engine berpotensi berkembang sebagai platform simulasi profesional di luar industri hiburan.
Pendekatan multi-industri seperti ini semakin umum dalam pengembangan engine modern. Teknologi grafis real-time kini banyak digunakan untuk simulasi militer, pelatihan industri, hingga pengembangan sistem logistik canggih.
Kemampuan engine untuk menangani visual real-time dan simulasi kompleks membuat pasar di luar gaming menjadi semakin menarik. Hal tersebut membuka peluang bisnis yang jauh lebih besar dibanding hanya fokus pada game.
Jika berhasil berkembang, Immense Engine dapat menjadi platform teknologi yang melampaui peran tradisional game engine modern. Proyek ini juga berpotensi menarik perusahaan yang membutuhkan solusi visualisasi dan simulasi tingkat tinggi.
Integrasi AI Jadi Fokus Utama Pengembangan Engine
Salah satu aspek paling penting dalam Immense Engine adalah integrasi AI secara mendalam. Brussee menilai kecerdasan buatan akan mengubah cara software kompleks dibangun di masa depan.
Menurutnya, penggunaan AI agents dengan framework yang tepat dapat meningkatkan produktivitas tim secara signifikan. Bahkan, ia menyebut satu individu dalam tim kecil berpotensi menghasilkan pekerjaan setara 10 hingga 15 developer.
Pernyataan tersebut menunjukkan bagaimana AI kini mulai menjadi pusat perkembangan software modern, termasuk dalam industri game engine. Banyak perusahaan teknologi percaya AI dapat mempercepat proses produksi asset, animasi, hingga scripting game.
Integrasi AI di game engine sebenarnya sudah mulai terlihat dalam beberapa tahun terakhir. Pengembang kini tidak hanya menggunakan AI untuk NPC dalam game, tetapi juga untuk membantu proses produksi secara langsung.
Brussee tampaknya ingin menjadikan AI sebagai fondasi utama Immense Engine sejak awal pengembangan. Pendekatan tersebut dapat membuat engine ini tampil berbeda dibanding kompetitor tradisional.
“Baca Juga: Bandai Namco dan Sony Umumkan Proyek AI Bersama”
Persaingan Game Engine Berbasis AI Mulai Memanas
Perkembangan Immense Engine terjadi di tengah meningkatnya persaingan teknologi game engine berbasis AI. Belum lama ini, Unity Technologies juga mulai memperluas penggunaan AI melalui perilisan Unity AI Beta.
Teknologi tersebut memungkinkan developer membuat asset game, dialog, hingga cutscene hanya melalui prompt berbasis teks. Pendekatan ini memperlihatkan bagaimana AI mulai mengubah proses pengembangan game modern secara drastis.
Dengan masuknya Immense Engine ke pasar, persaingan engine generasi baru diperkirakan akan semakin ketat. Unreal Engine masih menjadi pemimpin industri saat ini, tetapi banyak perusahaan mulai mencari pendekatan baru berbasis AI dan otomatisasi.
Pengalaman Arjan Brussee di Guerrilla Games dan Epic Games juga menjadi nilai penting bagi proyek tersebut. Banyak pengamat menilai ia memiliki pemahaman mendalam mengenai kebutuhan developer modern dan arah perkembangan industri engine.
Untuk saat ini, Immense Engine masih berada dalam tahap pengembangan awal. Namun, visi yang dibawa proyek tersebut sudah cukup menarik perhatian komunitas teknologi dan game global, terutama karena fokusnya pada AI dan regulasi Eropa.




