paingsoe – Destiny 2 kembali mencuri perhatian komunitas game setelah merilis update terakhirnya yang bertajuk Monument of Triumph. Pembaruan ini menandai berakhirnya perjalanan panjang game tersebut sebagai salah satu judul live service terbesar milik Bungie.
Menariknya, momen perpisahan itu justru menghasilkan lonjakan pemain yang sangat besar. Ribuan pemain kembali masuk ke Destiny 2 untuk merasakan kondisi akhir permainan sekaligus mengenang perjalanan yang telah mereka lalui selama bertahun-tahun.
Fenomena ini cukup unik di industri game. Jarang ada sebuah game yang mendekati akhir pengembangannya justru mampu menarik perhatian lebih besar dibanding proyek baru yang sedang dipersiapkan pengembangnya.
Namun itulah yang terjadi pada Destiny 2. Ketika Bungie sedang mendorong Marathon sebagai masa depan studio, Destiny 2 justru kembali menjadi pusat perhatian komunitas.
“Baca Juga: Microsoft Umumkan Xbox Series X25 untuk Ultah ke-25 Xbox”
Antusiasme pemain terlihat sejak hari pertama Monument of Triumph dirilis. Banyak pemain melaporkan antrean panjang dan berbagai gangguan server karena tingginya jumlah pengguna yang mencoba masuk secara bersamaan.
Bagi sebagian pemain, update ini bukan sekadar konten baru. Monument of Triumph menjadi kesempatan terakhir untuk mengunjungi dunia Destiny yang telah menemani mereka selama bertahun-tahun.
Destiny 2 Lampaui Rekor Pemain Marathon di Steam
Lonjakan pemain Destiny 2 tidak hanya menjadi perbincangan di komunitas. Data yang beredar menunjukkan bahwa game tersebut berhasil melampaui pencapaian Marathon di Steam.
Sebelumnya, Marathon sempat mencatat puncak sekitar 88 ribu pemain aktif secara bersamaan. Angka itu menjadi salah satu pencapaian terbaik game baru Bungie tersebut.
Namun, hanya sekitar 20 menit setelah Monument of Triumph diluncurkan, Destiny 2 langsung menembus angka lebih dari 100 ribu pemain aktif di Steam.
Pencapaian itu menjadi simbol betapa kuatnya daya tarik Destiny di mata komunitas. Bahkan setelah bertahun-tahun berjalan, minat pemain terhadap franchise tersebut masih sangat tinggi.
Yang menarik, angka tersebut hanya berasal dari platform Steam. Destiny selama ini dikenal memiliki basis pemain yang besar di PlayStation dan Xbox.
Artinya, jumlah pemain secara keseluruhan kemungkinan jauh lebih tinggi. Komunitas Destiny memang sejak lama tersebar di berbagai platform.
Sebaliknya, Marathon memiliki proporsi pemain PC yang lebih dominan. Perbedaan ini membuat pencapaian Destiny 2 terasa semakin mengesankan.
Server Destiny 2 dan SteamDB Sempat Kewalahan
Lonjakan pemain yang begitu besar ternyata membawa dampak lain. Banyak pemain mengaku mengalami kesulitan masuk ke dalam game pada hari peluncuran update.
Beberapa server mengalami antrean panjang dan muncul berbagai pesan kesalahan. Situasi ini mengingatkan pemain pada masa-masa awal ekspansi besar Destiny yang sering dipenuhi jutaan pemain.
Tidak hanya Bungie yang terdampak. Situs pemantau statistik SteamDB juga dikabarkan mengalami peningkatan trafik yang sangat tinggi.
Banyak pemain membuka SteamDB untuk memantau jumlah pemain Destiny 2 secara real-time. Akibatnya, situs tersebut sempat mengalami kesulitan memproses permintaan pengguna.
Fenomena ini menunjukkan betapa besarnya perhatian komunitas terhadap update terakhir Destiny 2. Bahkan setelah bertahun-tahun, pemain masih ingin menyaksikan perkembangan franchise tersebut.
Bagi Bungie, lonjakan pemain ini bisa menjadi bukti bahwa Destiny masih memiliki komunitas yang sangat loyal. Banyak pemain rela kembali hanya untuk mengucapkan perpisahan.
Hal ini juga menunjukkan bahwa ikatan emosional pemain terhadap Destiny jauh lebih kuat dibanding yang diperkirakan sebagian orang.
Komunitas Kembali Pertanyakan Masa Depan Destiny
Keberhasilan Monument of Triumph kembali memunculkan pertanyaan lama di komunitas. Banyak pemain mulai mempertanyakan apakah Bungie terlalu cepat meninggalkan Destiny demi Marathon.
Pertanyaan tersebut sebenarnya sudah beredar sejak beberapa tahun terakhir. Namun, lonjakan pemain terbaru membuat diskusi itu kembali memanas.
Saat ini, Marathon baru memasuki Season 2 dan belum lama menyelesaikan periode free week. Bungie juga terus memberikan dukungan penuh kepada game tersebut.
Meski begitu, jumlah pemain yang kembali ke Destiny 2 menunjukkan bahwa franchise lama itu masih memiliki daya tarik yang luar biasa.
Situasi ini semakin menarik karena komunitas Destiny sebelumnya sempat mendorong Bungie untuk mengembangkan Destiny 3. Sebuah petisi yang beredar bahkan dilaporkan mengumpulkan lebih dari 350 ribu tanda tangan.
Banyak penggemar berharap Bungie tidak benar-benar mengakhiri kisah Destiny. Mereka ingin melihat kelanjutan franchise dalam bentuk baru.
Namun hingga saat ini, Bungie maupun Sony belum memberikan pengumuman resmi mengenai Destiny 3 ataupun proyek Destiny lainnya.
“Baca Juga: Logitech Hadirkan Mobi Fold, Mouse Lipat Ringkas”
Masa Depan Destiny Masih Jadi Tanda Tanya Besar
Lonjakan pemain Monument of Triumph mungkin terlihat seperti gelombang nostalgia. Namun, bagi banyak penggemar, fenomena ini memiliki makna yang lebih besar.
Kembalinya ratusan ribu pemain menunjukkan bahwa Destiny masih memiliki tempat khusus di hati komunitas. Dunia yang dibangun Bungie selama bertahun-tahun belum benar-benar ditinggalkan.
Banyak pemain memanfaatkan update terakhir ini untuk mengenang petualangan mereka. Sebagian lainnya berharap Bungie melihat besarnya antusiasme tersebut sebagai sinyal untuk melanjutkan franchise.
Di sisi lain, Bungie kini tengah fokus mengembangkan Marathon sebagai masa depan studio. Keputusan mengenai kelanjutan Destiny sepenuhnya berada di tangan Bungie dan Sony.
Meski belum ada kepastian, satu hal sudah terlihat jelas. Minat terhadap Destiny belum hilang dan bahkan mampu melampaui perhatian terhadap proyek baru Bungie.
Monument of Triumph mungkin menjadi akhir dari perjalanan Destiny 2. Namun, bagi jutaan pemain yang kembali memadati server, update ini juga menjadi pesan bahwa mereka belum siap mengucapkan selamat tinggal pada dunia Destiny.
Kini, komunitas hanya bisa menunggu apakah Bungie akan membuka bab baru bagi franchise tersebut atau benar-benar menutup kisah yang telah berlangsung selama lebih dari satu dekade.




