paingsoe – Sony dan Bandai Namco resmi mengumumkan kerja sama baru di bidang generative AI untuk pengembangan game. Kolaborasi ini difokuskan pada peningkatan efisiensi proses produksi game modern.
Keterlibatan AI dalam industri game memang terus berkembang dalam beberapa tahun terakhir. Setelah Ubisoft dan Unity Technologies memperlihatkan fokus mereka pada AI, kini Sony dan Bandai Namco ikut memperluas penggunaan teknologi tersebut.
Informasi mengenai kolaborasi ini pertama kali ramai dibahas melalui unggahan Destin Legarie di media sosial. Sony kemudian menjelaskan kerja sama tersebut dalam laporan keuntungan terbaru perusahaan.
“Baca Juga: Lenovo G02 Terlihat di Internet Sebelum Rilis Resmi”
Dalam presentasi kepada investor, Sony menegaskan bahwa AI akan digunakan untuk membantu proses kreatif. Tujuannya bukan menggantikan developer manusia, melainkan mempercepat alur kerja dan meningkatkan efisiensi produksi.
Perusahaan juga menekankan bahwa kreativitas manusia tetap menjadi bagian utama dalam pengembangan game. Teknologi AI diposisikan sebagai alat pendukung, bukan pengganti tim kreatif.
Sony Gunakan AI untuk Tingkatkan Produktivitas Pengembangan Game
Dalam presentasinya, Sony menjelaskan bahwa AI mulai digunakan untuk mengotomatisasi berbagai pekerjaan repetitif. Langkah ini diharapkan dapat membantu meningkatkan produktivitas tim engineering.
Teknologi AI juga disebut mampu mempercepat proses quality assurance dalam pengembangan game. Selain itu, AI mulai dimanfaatkan untuk membantu proses 3D modeling dan animasi.
Penggunaan AI dalam pipeline produksi game memang semakin umum di industri. Banyak studio mencoba memanfaatkan teknologi tersebut untuk mempercepat pengerjaan proyek berskala besar.
Sony tampaknya melihat AI sebagai solusi untuk mendukung efisiensi produksi tanpa menghilangkan peran kreator manusia. Pendekatan ini berbeda dibanding kekhawatiran sebagian pihak terhadap otomatisasi penuh.
Menurut perusahaan, AI dapat membantu tim kreatif bekerja lebih fokus pada aspek artistik dan desain. Sementara tugas teknis berulang dapat dipercepat melalui otomatisasi.
Kolaborasi dengan Bandai Namco juga memperlihatkan bagaimana perusahaan game besar mulai mencari pendekatan baru dalam pengembangan modern. Biaya dan kompleksitas produksi game saat ini memang terus meningkat.
Tool Mockingbird Jadi Contoh Implementasi AI Sony
Salah satu teknologi yang diperlihatkan Sony dalam presentasi tersebut adalah tool internal bernama Mockingbird. Teknologi ini memanfaatkan AI untuk mempercepat proses animasi karakter.
Mockingbird mampu menghasilkan animasi model 3D berdasarkan data motion capture atau mocap. Data tersebut berasal dari gerakan aktor yang direkam sebelumnya.
Menurut Sony, proses ini dapat berjalan jauh lebih cepat dibanding pipeline animasi tradisional. Teknologi tersebut membantu mempercepat tahap produksi tanpa menghilangkan dasar performa manusia.
Pendekatan seperti ini memungkinkan developer menghemat waktu dalam pengerjaan animasi kompleks. AI digunakan untuk membantu mengolah data gerakan menjadi animasi yang siap dipakai.
Motion capture sendiri sudah lama menjadi bagian penting dalam pengembangan game modern. Banyak game AAA menggunakan teknologi tersebut untuk menghadirkan gerakan karakter lebih realistis.
Dengan bantuan AI, proses konversi data mocap menjadi animasi dapat dilakukan lebih efisien. Hal ini berpotensi mempercepat pengembangan game berskala besar.
Meski begitu, Sony tetap menekankan bahwa performa aktor manusia masih menjadi fondasi utama proses tersebut. AI hanya digunakan untuk membantu pengolahan teknis dalam pipeline produksi.
Sony Tegaskan Kreator Manusia Tetap Jadi Pusat Pengembangan
Dalam presentasinya, Sony berulang kali menegaskan posisi kreator manusia dalam pengembangan game. Perusahaan menyebut visi artistik tetap harus berasal dari developer dan tim kreatif.
Sony menilai elemen emosional dalam game tidak dapat sepenuhnya digantikan oleh AI. Faktor seperti desain, cerita, dan ekspresi tetap membutuhkan sentuhan manusia.
Pernyataan tersebut tampaknya ditujukan untuk merespons kekhawatiran industri terkait penggunaan AI. Sebagian developer dan kreator memang khawatir teknologi tersebut akan menggantikan pekerjaan manusia.
Namun, Sony memilih menempatkan AI sebagai alat bantu produktivitas. Fokusnya berada pada percepatan proses teknis tanpa menghilangkan peran kreatif manusia.
Bandai Namco juga dikenal sebagai perusahaan dengan banyak franchise populer berbasis karakter dan cerita. Pendekatan berbasis kreativitas manusia kemungkinan tetap menjadi bagian penting dalam kolaborasi ini.
Diskusi mengenai AI dalam industri game sendiri masih terus berkembang. Banyak perusahaan kini mencoba mencari keseimbangan antara otomatisasi dan kreativitas manusia.
“Baca Juga: Microsoft Setop Fitur Copilot untuk Xbox”
Sony Ingin Integrasikan AI ke Pengalaman Pengguna PlayStation
Selain digunakan untuk pengembangan internal, Sony juga memiliki rencana memanfaatkan AI untuk pengalaman konsumen. Perusahaan ingin menghadirkan sistem rekomendasi berbasis AI di ekosistem PlayStation.
Teknologi tersebut nantinya dapat merekomendasikan game sesuai minat pemain. Selain game, AI juga disebut bisa merekomendasikan subscription, aksesori, hingga merchandise.
Sony bahkan ingin menghadirkan tayangan gameplay moment yang dipersonalisasi untuk setiap pengguna. Pendekatan ini menunjukkan AI mulai menjadi bagian penting strategi jangka panjang perusahaan.
Pada kesempatan yang sama, Sony kembali menyinggung teknologi PlayStation Spectral Super Resolution atau PSSR. Teknologi tersebut menggunakan machine learning untuk meningkatkan kualitas visual game.
PSSR sebelumnya sudah menjadi salah satu fokus Sony dalam pengembangan teknologi grafis PlayStation. Penggunaan machine learning di sektor visual kini semakin umum di industri game modern.
Dengan berbagai langkah tersebut, Sony memperlihatkan keseriusan mereka dalam pengembangan AI untuk gaming. Perusahaan tampaknya ingin memanfaatkan AI tidak hanya untuk produksi game, tetapi juga pengalaman pengguna secara keseluruhan.




