40 Pegawai Rockstar North Diberhentikan karena Bocorkan Data GTA VI

40 Pegawai Rockstar North Diberhentikan karena Bocorkan Data GTA VI

paingsoe – Pada 6 November, sejumlah mantan karyawan Rockstar Games menggelar aksi protes di depan kantor Take-Two Interactive di London dan kantor Rockstar North di Edinburgh, Skotlandia. Para peserta aksi ini adalah bagian dari serikat pekerja Independent Workers Union of Great Britain (IWGB). Yang menuntut agar mereka dipekerjakan kembali setelah dipecat. Pemecatan tersebut terkait tuduhan membocorkan informasi rahasia perusahaan, yang mereka bantah keras. Para mantan karyawan ini membawa poster-poster dan membacakan pernyataan yang mengecam tindakan Take-Two dan Rockstar. Serta menuntut kompensasi gaji dan pemulihan posisi mereka.

“Baca Juga: PlayStation 5 Siapkan Fitur Cross-Buy, Kembali ke Era PS Vita?”

Tuduhan “Union Busting” dan Pemecatan Massal

Pemecatan massal ini pertama kali terungkap pekan lalu, dengan sekitar 30 hingga 40 karyawan dipecat oleh Rockstar. IWGB mengklaim bahwa langkah tersebut merupakan upaya perusahaan untuk membungkam gerakan serikat pekerja, yang dikenal sebagai “union busting.” Menurut mereka, pemecatan ini adalah tindakan kejam dan terang-terangan untuk menghalangi karyawan yang berupaya memperjuangkan hak mereka dalam serikat pekerja. Namun, pihak Take-Two Interactive membantah tuduhan tersebut. Menyatakan bahwa pemecatan tersebut dilakukan karena pelanggaran berat (gross misconduct). Yaitu mendistribusikan informasi rahasia perusahaan.

Perbedaan Versi Antara IWGB dan Take-Two Interactive

Take-Two menegaskan bahwa tindakan mereka tidak ada kaitannya dengan aktivitas serikat pekerja. “Kami mengambil tindakan terhadap sejumlah individu yang kedapatan membocorkan informasi rahasia di forum publik,” ujar Take-Two dalam pernyataannya. Mereka menegaskan bahwa hak karyawan untuk bergabung dalam serikat pekerja tetap dilindungi dan tidak menjadi alasan pemecatan. Meskipun begitu, IWGB membantah klaim tersebut dan menyatakan bahwa alasan pemecatan yang sebenarnya adalah aktivitas yang berhubungan dengan pembentukan serikat pekerja. Bukan pelanggaran kebijakan mengenai informasi rahasia.

Kritik Terhadap Manajemen Rockstar dan Take-Two

Ketua IWGB, Alex Marshall, mengkritik keras perusahaan atas tindakan pemecatan ini. Dalam pernyataan kepada IGN, Marshall menyebut bahwa Rockstar berusaha mengalihkan perhatian dari alasan sesungguhnya di balik pemecatan tersebut. “Manajemen tampaknya tidak peduli terhadap penundaan GTA 6 dan lebih memilih menghancurkan serikat daripada mendukung orang-orang yang membuat game itu sendiri,” kata Marshall. Ia juga menyebutkan bahwa meskipun Rockstar menerima £443 juta dalam bentuk keringanan pajak selama beberapa tahun terakhir. Perusahaan menunjukkan pengabaian terhadap hukum dan kesejahteraan karyawan.

Implikasi Tindakan Pemecatan untuk Industri Game

Protes yang digelar oleh mantan karyawan Rockstar ini menyoroti masalah yang lebih besar dalam industri game, terutama terkait dengan hak-hak pekerja dan keberadaan serikat pekerja. Pemecatan ini dapat memicu diskusi lebih lanjut tentang bagaimana perusahaan-perusahaan besar di industri game memperlakukan karyawan mereka, terutama terkait dengan upaya mereka untuk mengorganisasi diri dalam serikat pekerja. Seiring dengan semakin tingginya tekanan terhadap perusahaan-perusahaan besar untuk memperbaiki kondisi kerja, insiden ini berpotensi menjadi titik balik dalam perdebatan tentang hak-hak pekerja di sektor gaming.

“Baca Juga: Microsoft Store Perkenalkan Fitur Install Multi Aplikasi Sekaligus”

Apa Langkah Selanjutnya untuk IWGB dan Karyawan yang Dipecat?

Meskipun pemecatan tersebut sudah terjadi, IWGB dan mantan karyawan Rockstar tidak akan berhenti berjuang. Serikat pekerja ini berencana untuk terus mengkampanyekan hak-hak karyawan di industri game dan menuntut agar Take-Two dan Rockstar bertanggung jawab atas tindakan mereka. Ini juga bisa membuka jalan bagi serikat pekerja lainnya di industri ini untuk lebih vokal memperjuangkan kondisi kerja yang lebih baik. Aksi protes ini tidak hanya berfokus pada pemecatan, tetapi juga pada upaya jangka panjang untuk memperjuangkan hak-hak pekerja di dunia game.