paingsoe – Xiaomi tampaknya semakin serius mengembangkan chipset buatannya sendiri. Setelah memperkenalkan Xring O1 pada Mei tahun lalu, perusahaan asal China tersebut kini dikabarkan tengah menyiapkan penerusnya yang bernama Xring O3.
Berdasarkan berbagai bocoran yang beredar, chipset baru ini akan menyasar segmen flagship dan diposisikan sebagai pesaing langsung Snapdragon 8 Elite Gen 5. Menariknya, Xring O3 disebut akan meluncur lebih dulu sebelum Qualcomm memperkenalkan generasi terbaru Snapdragon 8 Elite.
“Baca Juga: ASUS Adol PO102 Hadir dengan IP67 dan Baterai hingga 10 Jam”
Meski belum diumumkan secara resmi, sejumlah informasi mulai mengungkap arah pengembangan chipset tersebut. Xiaomi disebut fokus pada peningkatan efisiensi daya sekaligus memperluas penggunaan Xring O3 ke lebih banyak perangkat.
Xring O3 Masih Gunakan Fabrikasi 3nm TSMC
Bocoran terbaru menyebut bahwa Xiaomi masih menggunakan proses fabrikasi 3 nanometer milik TSMC untuk Xring O3. tersebut membuat chipset ini tertinggal satu generasi dibanding pesaingnya.
Pasalnya, Qualcomm dan MediaTek dikabarkan akan beralih ke proses 2 nanometer pada chipset flagship generasi berikutnya. Snapdragon 8 Elite Gen 6 dan Dimensity terbaru disebut menjadi dua kandidat pertama yang mengadopsi teknologi tersebut.
Meski demikian, penggunaan fabrikasi 3nm bukan berarti Xring O3 akan tertinggal jauh dari sisi performa. Teknologi 3nm TSMC saat ini masih menjadi salah satu proses manufaktur paling canggih di industri semikonduktor. Banyak chipset flagship generasi sekarang juga masih menggunakan teknologi yang sama.
Karena itu, Xiaomi diyakini masih dapat menghadirkan performa tinggi tanpa harus langsung beralih ke proses 2nm. Pilihan tersebut juga berpotensi membantu perusahaan mengendalikan biaya produksi dan menjaga stabilitas pasokan.
Xiaomi Fokus Tingkatkan Efisiensi dan Performa Harian
Walaupun masih menggunakan fabrikasi yang sama, Xring O3 disebut membawa sejumlah peningkatan dibanding pendahulunya. Salah satu peningkatan terbesar berada pada efisiensi daya.
Xiaomi dikabarkan melakukan berbagai optimasi untuk mengurangi konsumsi energi tanpa mengorbankan performa. Langkah ini penting karena efisiensi menjadi salah satu faktor utama dalam pengalaman penggunaan smartphone modern. Selain itu, performa keseluruhan juga disebut mengalami peningkatan.
Peningkatan tersebut terutama terasa pada beban kerja ringan hingga menengah. Skenario seperti membuka aplikasi, berpindah antar menu, menggunakan media sosial, atau mengambil foto diperkirakan akan berjalan lebih lancar. Jenis penggunaan tersebut memang lebih sering ditemui dibandingkan beban kerja berat seperti rendering atau benchmark.
Karena itu, Xiaomi tampaknya ingin memastikan Xring O3 mampu memberikan pengalaman yang konsisten dalam penggunaan sehari-hari. Jika rumor ini benar, Xring O3 tidak hanya mengejar angka benchmark tinggi, tetapi juga fokus pada pengalaman pengguna secara keseluruhan.
Xring O3 Berpotensi Digunakan di Lebih Banyak Produk Xiaomi
Salah satu hal menarik dari Xring O3 adalah kemungkinan penggunaannya yang jauh lebih luas. Generasi sebelumnya, Xring O1, hanya hadir pada beberapa perangkat tertentu. Namun, Xiaomi dikabarkan memiliki rencana yang lebih besar untuk Xring O3.
Chipset ini disebut akan digunakan pada lebih banyak smartphone dan perangkat lain dalam ekosistem Xiaomi. Langkah tersebut menunjukkan bahwa Xiaomi ingin mengurangi ketergantungan pada pemasok eksternal seperti Qualcomm dan MediaTek.
Dengan mengembangkan chipset sendiri, perusahaan memiliki kendali lebih besar terhadap integrasi hardware dan software. Tidak hanya itu, beberapa rumor bahkan menyebut Xring O3 berpotensi digunakan pada kendaraan listrik Xiaomi di masa depan.
Meski masih sebatas spekulasi, kemungkinan tersebut cukup masuk akal. Xiaomi saat ini memang sedang memperluas bisnisnya ke sektor otomotif dan terus mengembangkan berbagai teknologi internal. Jika chipset buatan sendiri mampu digunakan di berbagai kategori produk, Xiaomi akan memiliki ekosistem yang semakin terintegrasi.
“Baca Juga: Rumor: Restrukturisasi Xbox Ancam Masa Depan Ninja Theory”
Debut Agustus, Fokus Awal Masih untuk Pasar China
Untuk saat ini, Xring O3 diperkirakan akan lebih dahulu menyasar pasar domestik China. Model smartphone Xiaomi yang dipasarkan secara global kemungkinan masih akan mengandalkan chipset dari Qualcomm atau MediaTek.
Strategi tersebut memberi Xiaomi kesempatan untuk menguji kemampuan chipset baru mereka dalam skala yang lebih terbatas. Jika hasilnya positif, bukan tidak mungkin penggunaan Xring akan diperluas ke pasar internasional pada generasi berikutnya. Berdasarkan bocoran yang beredar, Xring O3 diperkirakan akan diperkenalkan pada Agustus mendatang.
Jadwal tersebut membuat Xiaomi berpotensi meluncurkan chipset flagship barunya sekitar satu bulan sebelum Qualcomm memperkenalkan Snapdragon 8 Elite Gen 6 Series yang dirumorkan hadir pada September. Peluncuran lebih awal tentu menjadi kesempatan bagi Xiaomi untuk menunjukkan kemampuan teknologi internal mereka.
Meski masih tertinggal satu generasi dalam hal fabrikasi, Xring O3 tetap berpotensi menjadi langkah penting bagi perusahaan. Jika performa dan efisiensinya sesuai harapan, chipset ini bisa menjadi fondasi bagi ambisi Xiaomi untuk membangun ekosistem perangkat yang semakin mandiri dan tidak lagi sepenuhnya bergantung pada produsen chip lain.



