paingsoe – Samsung melanjutkan pengembangan teknologi fabrikasi 1,4 nanometer meski jadwal produksinya mengalami penyesuaian. Perusahaan tetap menjadikan proses tersebut sebagai bagian penting dari strategi jangka panjang di bisnis foundry.
Langkah ini dilakukan setelah Samsung berhasil memperkenalkan chip 2 nanometer melalui Exynos 2600. Keberhasilan tersebut menjadi pijakan bagi perusahaan untuk mengembangkan proses manufaktur yang lebih canggih pada generasi berikutnya.
“Baca Juga: Redmi K90 Ultra Resmi Rilis Pakai Snapdragon 8 Elite”
Walaupun target produksi massal bergeser dari rencana awal, Samsung menegaskan proyek 1,4 nanometer tetap berjalan. Perusahaan kini berupaya mempersiapkan teknologi dan infrastruktur agar mampu bersaing dengan TSMC dan Intel dalam beberapa tahun mendatang.
Samsung Menunda Target Produksi Massal SF1.4 hingga 2029
Berdasarkan laporan terbaru, Samsung kini menargetkan produksi massal proses fabrikasi SF1.4 pada 2029. Jadwal tersebut mundur sekitar dua tahun dibandingkan rencana awal yang menargetkan produksi pada 2027.
Penyesuaian dilakukan agar perusahaan dapat memusatkan sumber daya pada pengembangan teknologi 2 nanometer. Fokus tersebut mencakup proses SF2 dan SF2P yang dinilai lebih siap memasuki tahap produksi massal.
Samsung disebut mempertimbangkan tingkat yield yang lebih tinggi pada proses 2 nanometer. Selain itu, ekosistem manufaktur untuk teknologi tersebut juga dianggap telah berkembang lebih matang.
Dengan memprioritaskan proses yang lebih siap diproduksi, perusahaan berharap dapat meningkatkan efisiensi pengembangan sekaligus memperkuat daya saing di pasar semikonduktor.
Meski jadwal berubah, Samsung tidak menghentikan proyek SF1.4. Pengembangan teknologi tersebut tetap berlanjut sebagai bagian dari peta jalan jangka panjang perusahaan.
Samsung Mulai Menyiapkan Peralatan Produksi Generasi Baru
Seiring berlanjutnya pengembangan SF1.4, Samsung mulai mempersiapkan berbagai peralatan fabrikasi terbaru. Perusahaan bekerja sama dengan sejumlah mitra teknologi untuk mendukung proses tersebut.
Beberapa mitra yang disebut terlibat antara lain Applied Materials dan Lam Research. Kedua perusahaan dikenal sebagai pemasok peralatan manufaktur semikonduktor.
Menurut laporan, instalasi peralatan pertama akan dilakukan di NRD-K. Fasilitas tersebut merupakan pusat riset semikonduktor tercanggih milik Samsung.
Persiapan infrastruktur sejak tahap awal diharapkan dapat mempercepat pengembangan proses fabrikasi generasi berikutnya. Langkah ini juga membantu Samsung menguji berbagai teknologi sebelum memasuki produksi massal.
Investasi pada fasilitas penelitian menunjukkan bahwa Samsung tetap menempatkan SF1.4 sebagai salah satu prioritas jangka panjang. Perusahaan berupaya memastikan proses pengembangan berjalan sesuai target terbaru.
High-NA EUV Menjadi Fondasi Teknologi Fabrikasi 1,4 Nm
Samsung juga telah menerima mesin litografi High-NA EUV dari ASML. Teknologi ini diperkirakan menjadi salah satu komponen utama dalam pengembangan proses fabrikasi 1,4 nanometer.
High-NA EUV dirancang untuk meningkatkan akurasi pencetakan pola sirkuit pada chip generasi terbaru. Teknologi tersebut memungkinkan proses manufaktur yang lebih presisi dibandingkan generasi sebelumnya.
Apabila mampu memanfaatkan teknologi tersebut lebih dahulu, Samsung berpotensi memperoleh keunggulan teknis dibandingkan sejumlah pesaing. Berdasarkan informasi yang beredar, TSMC hingga kini masih belum menggunakan mesin High-NA EUV dalam proses produksinya.
Pemanfaatan teknologi baru juga dapat membantu Samsung meningkatkan efisiensi produksi sekaligus mengembangkan chip dengan kepadatan transistor yang lebih tinggi.
Namun, seluruh keuntungan tersebut tetap bergantung pada keberhasilan implementasi dalam skala produksi massal. Samsung masih harus melalui berbagai tahapan pengujian sebelum teknologi siap digunakan secara komersial.
“Baca Juga: Penjualan Cyberpunk 2077 Resmi Capai 40 Juta Kopi”
Samsung Hadapi Persaingan Ketat dengan TSMC dan Intel
Meskipun terus mengembangkan SF1.4, Samsung menghadapi persaingan yang semakin ketat di industri foundry. Dua pesaing utamanya, TSMC dan Intel, juga mempercepat pengembangan teknologi manufaktur terbaru.
TSMC diperkirakan akan lebih dahulu memulai produksi proses A14. Di sisi lain, Intel juga terus mengembangkan teknologi 14A setelah dilaporkan memperoleh minat tinggi dari sejumlah calon pelanggan.
Kondisi tersebut membuat Samsung harus memanfaatkan waktu hingga 2029 secara maksimal. Perusahaan perlu memastikan proses SF1.4 mampu menawarkan performa, efisiensi daya, serta kualitas produksi yang kompetitif.
Keberhasilan di sektor foundry tidak hanya ditentukan oleh ukuran proses fabrikasi. Tingkat yield, kapasitas produksi, dan kepercayaan pelanggan juga menjadi faktor penting dalam memenangkan persaingan.
Hingga saat ini, seluruh rencana tersebut masih berada pada tahap pengembangan. Dalam beberapa tahun ke depan, Samsung diperkirakan akan terus berinvestasi pada teknologi, fasilitas produksi, dan penelitian agar dapat memperkuat posisinya di pasar semikonduktor global.




