paingsoe – Huawei memperkenalkan Watch 6 dan Watch 6 Pro sebagai penerus langsung Watch 5. Kedua smartwatch tersebut menjadi bagian dari lini terbaru Huawei bersama Watch GT7 Series.
Huawei menawarkan Watch 6 dalam dua ukuran, yaitu 42 mm dan 46 mm. Sementara itu, Watch 6 Pro tersedia dalam ukuran 43 mm dan 46 mm.
Watch 6 42 mm menjadi varian paling ringan dalam lini tersebut. Bobotnya hanya 38 gram tanpa strap, sehingga cocok untuk pengguna yang mengutamakan kenyamanan.
“Baca Juga: GTA 6 PC Disebut Segera Menyusul Versi Console”
Material dan Layar Watch 6 Dibedakan Berdasarkan Varian
Huawei menggunakan material berbeda untuk setiap ukuran dan model Watch 6. Varian 42 mm memakai aluminium alloy, sedangkan versi 46 mm menggunakan stainless steel.
Watch 6 Pro hadir dengan material yang lebih premium. Versi 46 mm menggunakan titanium alloy, sementara model 43 mm memakai nano-tech ceramic.
Seluruh varian dilengkapi kaca safir untuk melindungi permukaan layar. Material tersebut memberikan perlindungan tambahan terhadap potensi goresan selama penggunaan sehari-hari.
Pada bagian layar, Huawei menggunakan panel LTPO 2.0 AMOLED dengan resolusi 466 x 466 piksel. Ukuran layar mencapai 1,38 inci pada model 42 mm dan 43 mm.
Sementara itu, varian 46 mm menggunakan layar berukuran 1,5 inci. Seluruh model tersebut diklaim memiliki tingkat kecerahan maksimal hingga 3.500 nits.
Sensor X-TAP Bawa Peningkatan Fitur Kesehatan
Huawei meningkatkan kemampuan pemantauan kesehatan melalui sensor X-TAP generasi terbaru. Sensor tersebut kini menggunakan 12 kanal dengan respons yang diklaim dua kali lebih cepat.
Melalui fitur Health Glance, pengguna cukup menempelkan jari pada sensor X-TAP. Sistem kemudian dapat menganalisis hingga 14 metrik kesehatan berdasarkan informasi yang dikumpulkan.
Selain X-TAP, smartwatch ini dilengkapi berbagai sensor kesehatan lainnya. Sensor tersebut mencakup detak jantung, SpO2, ECG, suhu tubuh, dan tekanan udara.
Huawei juga menyediakan lebih dari 100 mode olahraga untuk berbagai aktivitas. Pilihan tersebut memungkinkan pengguna memantau aktivitas olahraga sesuai jenis latihan yang dilakukan.
Baterai Watch 6 Series Bisa Bertahan hingga 11 Hari
Untuk daya tahan, Watch 6 42 mm dan Watch 6 Pro 43 mm mampu bertahan hingga tiga hari. Angka tersebut berlaku ketika smartwatch digunakan dalam mode normal.
Varian 46 mm pada kedua model memiliki daya tahan hingga 4,5 hari. Pengguna juga dapat mengaktifkan mode hemat baterai untuk memperpanjang masa penggunaan.
Dalam mode tersebut, Watch 6 42 mm dan Watch 6 Pro 43 mm mampu bertahan hingga tujuh hari. Sementara itu, model 46 mm dapat mencapai daya tahan hingga 11 hari.
Huawei juga menyediakan konektivitas eSIM pada Watch 6 Series. Fitur tersebut memungkinkan smartwatch melakukan panggilan dan terhubung ke jaringan seluler tanpa selalu bergantung pada smartphone.
Ketersediaan fungsi seluler tetap bergantung pada dukungan operator di masing-masing negara. Karena itu, pengalaman pengguna dapat berbeda berdasarkan wilayah dan layanan yang tersedia.
“Baca Juga: iQOO 16 Bocor dengan Desain Belakang Lebih Agresif”
Watch 6 Pro Punya Fitur Expedition untuk Aktivitas Outdoor
Khusus Watch 6 Pro, Huawei menghadirkan fitur Expedition untuk mendukung aktivitas luar ruangan. Fitur tersebut dirancang membantu pengguna ketika melakukan perjalanan atau kegiatan outdoor.
Expedition dapat menampilkan peta dan memungkinkan pengguna menandai waypoint selama perjalanan. Fitur ini memberikan informasi navigasi tambahan ketika pengguna berada di luar ruangan.
Di Inggris, Huawei Watch 6 dibanderol mulai £399,99 atau sekitar Rp9,6 juta. Sementara itu, Watch 6 Pro memiliki harga mulai £599,99 atau sekitar Rp14,4 juta.
Keduanya dijadwalkan tersedia mulai 23 September 2026 di Inggris dan sejumlah negara Eropa. Hingga kini, Huawei belum mengumumkan jadwal resmi pemasaran kedua smartwatch tersebut di Indonesia.




