paingsoe – Tiga produsen memori terbesar di dunia menghadapi gugatan class action di Amerika Serikat terkait dugaan pengaturan pasokan dan harga RAM. Kasus ini menarik perhatian karena berpotensi menjelaskan lonjakan harga memori yang terjadi dalam beberapa tahun terakhir.
Gugatan tersebut menyasar Samsung, SK hynix, dan Micron, yang menguasai sebagian besar pasar DRAM global. Ketiga perusahaan dituduh melakukan pengurangan pasokan memori konvensional secara terkoordinasi sehingga memengaruhi harga di pasar.
“Baca Juga: Teaser Baru Cyberpunk: Edgerunners 2 Ungkap Tanggal Tayang”
Hingga saat ini, tuduhan tersebut masih berada dalam proses hukum. Belum ada putusan pengadilan yang menyatakan ketiga perusahaan bersalah atas dugaan praktik tersebut.
Kasus ini menjadi perhatian luas karena harga RAM merupakan salah satu faktor yang memengaruhi biaya perakitan komputer, perangkat gaming, dan berbagai produk elektronik lainnya.
Gugatan Menuduh Pengurangan Pasokan DRAM Sejak 2022
Berdasarkan laporan Law360, gugatan class action diajukan terhadap Samsung, SK hynix, dan Micron di Amerika Serikat. Ketiga perusahaan disebut menguasai sekitar 90 persen pasar DRAM global.
Dalam dokumen gugatan, para penggugat menuduh perusahaan mulai mengurangi pasokan DRAM konvensional sejak 2022. Kebijakan tersebut diduga dilakukan bersamaan dengan pengalihan kapasitas produksi menuju High Bandwidth Memory atau HBM.
HBM merupakan jenis memori berkecepatan tinggi yang banyak digunakan pada akselerator kecerdasan buatan. Permintaan yang terus meningkat terhadap teknologi AI membuat kebutuhan HBM ikut melonjak.
Para penggugat menilai perubahan prioritas produksi tersebut menciptakan kelangkaan buatan pada memori DDR3 dan DDR4. Akibatnya, harga kedua jenis memori tersebut disebut mengalami kenaikan yang sangat signifikan.
Namun, seluruh tuduhan tersebut masih harus dibuktikan melalui proses persidangan. Pengadilan belum memberikan keputusan mengenai validitas klaim yang diajukan.
Harga RAM Disebut Melonjak hingga 700 Persen dalam Empat Tahun
Dalam gugatan tersebut disebutkan bahwa harga RAM mengalami kenaikan hingga sekitar 700 persen selama empat tahun terakhir. Lonjakan tersebut diklaim sebagai dampak dari berkurangnya pasokan memori konvensional.
Apabila tuduhan tersebut terbukti, dampaknya tidak hanya dirasakan oleh industri semikonduktor. Konsumen juga menghadapi harga perangkat elektronik yang lebih tinggi akibat kenaikan biaya komponen.
Kondisi tersebut dinilai turut memengaruhi harga komputer desktop, laptop, hingga perangkat gaming modern. Biaya produksi yang meningkat kemudian diteruskan ke harga jual produk akhir.
Meski demikian, hubungan antara kenaikan harga RAM dan dugaan pengaturan pasokan masih menjadi bagian dari proses pembuktian hukum. Seluruh klaim tersebut belum memperoleh keputusan final dari pengadilan.
Karena itu, penyebab kenaikan harga memori saat ini belum dapat disimpulkan hanya berasal dari dugaan kolusi. Faktor permintaan pasar dan kondisi industri juga tetap menjadi bagian penting dalam pembahasan.
Micron Membantah Tuduhan dan Proses Hukum Masih Berjalan
Hingga kini, perusahaan yang menjadi tergugat belum dinyatakan bersalah. Proses hukum masih berlangsung dan seluruh pihak tetap berada pada asas praduga tidak bersalah.
Micron telah memberikan tanggapan terhadap gugatan tersebut. Perusahaan menyatakan menjalankan kegiatan bisnis sesuai ketentuan hukum yang berlaku.
Selain itu, Micron juga menegaskan komitmennya terhadap persaingan usaha yang sehat. Perusahaan membantah tuduhan mengenai praktik pengaturan pasokan maupun harga RAM.
Sementara itu, perkembangan tanggapan resmi dari Samsung dan SK hynix masih menjadi perhatian publik. Proses persidangan diperkirakan akan berlangsung dalam waktu yang cukup panjang.
Hasil akhir perkara akan sangat bergantung pada bukti yang diajukan oleh masing-masing pihak selama persidangan berlangsung.
“Baca Juga: Valve Beberkan Penyebab Harga Steam Machine Mahal”
Kasus Berpotensi Menjadi Sorotan Baru Industri Semikonduktor
Bagi pengguna PC, perkara ini menjadi perhatian karena berkaitan langsung dengan biaya perakitan komputer. Harga RAM yang terus meningkat dalam beberapa waktu terakhir telah memengaruhi harga berbagai perangkat baru.
Di sisi lain, banyak produsen perangkat keras sebelumnya juga telah memperingatkan bahwa permintaan HBM untuk kebutuhan AI menjadi salah satu penyebab terbatasnya pasokan memori konvensional.
Apabila gugatan ini berhasil membuktikan adanya pengendalian pasokan, maka kenaikan harga RAM tidak hanya dipengaruhi oleh permintaan pasar. Dugaan praktik bisnis antipersaingan juga dapat menjadi faktor yang dipertimbangkan.
Kasus ini mengingatkan pada kontroversi serupa yang pernah terjadi di industri DRAM pada masa lalu. Namun, gugatan sebelumnya tidak berhasil membuktikan adanya kolusi di pengadilan.
Para penggugat menyatakan memiliki bukti baru yang berkaitan dengan perubahan produksi menuju HBM. Karena itu, perkara ini diperkirakan akan menjadi salah satu proses hukum yang paling diperhatikan oleh industri semikonduktor dalam beberapa waktu ke depan. Hingga terdapat putusan pengadilan yang berkekuatan hukum tetap, seluruh tuduhan terhadap Samsung, SK hynix, dan Micron masih merupakan dugaan yang belum terbukti.



