paingsoe – Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengancam akan menghentikan seluruh perdagangan dengan Spanyol. Ancaman tersebut disampaikan pada Selasa, 3 Maret 2026, saat berbicara kepada wartawan di Ruang Oval. Pernyataan itu muncul ketika Trump bertemu dengan Kanselir Jerman Friedrich Merz. Dalam pertemuan tersebut, Trump menyinggung hubungan perdagangan antara Amerika Serikat dan Spanyol. “Kita akan memutus semua perdagangan dengan Spanyol,” kata Trump kepada wartawan. Ia menambahkan bahwa Amerika Serikat tidak ingin berhubungan dengan negara tersebut.
“Baca Juga: Modem MediaTek M90 Dukung Starlink Hasil Kerja Sama”
Pernyataan keras tersebut langsung menarik perhatian berbagai pihak. Ancaman penghentian perdagangan antara dua negara sekutu NATO dianggap sebagai langkah yang sangat tidak biasa. Hubungan ekonomi antara Amerika Serikat dan negara-negara Uni Eropa selama ini cukup erat. Karena itu, pernyataan Trump memicu diskusi luas mengenai kemungkinan dampak kebijakan tersebut. Namun hingga kini belum ada penjelasan detail mengenai mekanisme penghentian perdagangan tersebut.
Ketegangan Dipicu Penolakan Spanyol atas Serangan ke Iran
Ancaman Trump berkaitan dengan sikap pemerintah Spanyol terhadap operasi militer di Iran. Pemerintah Madrid sebelumnya menolak memberikan dukungan terhadap serangan Amerika Serikat dan Israel.
Menteri Luar Negeri Spanyol, José Manuel Albares, menyatakan negaranya tidak akan mengizinkan penggunaan pangkalan militer di wilayah Spanyol. Pangkalan tersebut merupakan fasilitas yang dioperasikan bersama dengan Amerika Serikat. Albares menjelaskan bahwa pangkalan tersebut tidak digunakan dalam serangan terhadap Iran pada akhir pekan sebelumnya. Ia juga menegaskan bahwa setiap penggunaan fasilitas militer harus sesuai dengan piagam Perserikatan Bangsa-Bangsa.
Pernyataan tersebut memperjelas posisi Spanyol dalam konflik tersebut. Pemerintah Madrid menolak terlibat dalam operasi militer yang tidak memiliki dasar hukum internasional. Sikap ini kemudian memicu respons keras dari pemerintahan Trump. Presiden AS menilai keputusan tersebut sebagai bentuk kurangnya dukungan terhadap sekutu. Ketegangan ini menjadi salah satu faktor yang mendorong ancaman penghentian perdagangan.
Perdebatan Soal Penggunaan Pangkalan Militer AS di Spanyol
Dalam komentarnya, Trump juga menyinggung soal penggunaan pangkalan militer di Spanyol. Ia mengatakan bahwa Amerika Serikat secara teoritis masih dapat menggunakan fasilitas tersebut. Trump menyatakan bahwa AS dapat menggunakan pangkalan tersebut jika memang diperlukan. Namun ia menambahkan bahwa penggunaan tersebut bukanlah keharusan. Pangkalan militer Amerika Serikat di wilayah Spanyol selama ini menjadi bagian penting dari kerja sama pertahanan NATO. Fasilitas tersebut mendukung berbagai operasi militer dan logistik di kawasan Eropa dan Timur Tengah.
Penolakan Spanyol terhadap penggunaan pangkalan tersebut menunjukkan adanya perbedaan kebijakan antara kedua negara. Perbedaan tersebut memperdalam ketegangan diplomatik yang sedang berlangsung. Isu ini juga menyoroti kompleksitas hubungan militer antara negara anggota NATO. Setiap negara tetap memiliki kedaulatan dalam menentukan penggunaan fasilitas militer di wilayahnya. Karena itu, keputusan Spanyol untuk membatasi penggunaan pangkalan menjadi topik sensitif dalam hubungan bilateral.
Uni Eropa Ingatkan AS Hormati Kesepakatan Perdagangan
Ancaman Trump menimbulkan pertanyaan mengenai bagaimana kebijakan tersebut dapat diterapkan. Spanyol merupakan anggota Uni Eropa yang berada di bawah kerangka perdagangan bersama. Uni Eropa bertanggung jawab menegosiasikan perjanjian perdagangan atas nama 27 negara anggotanya. Hal ini membuat hubungan perdagangan dengan Amerika Serikat tidak hanya melibatkan Spanyol secara langsung.
Juru bicara kantor Perdana Menteri Spanyol, Pedro Sánchez, menyatakan bahwa setiap perubahan kebijakan perdagangan harus menghormati hukum internasional. Ia juga menekankan pentingnya menghormati perjanjian bilateral antara Uni Eropa dan Amerika Serikat. Komisi Eropa turut memberikan tanggapan terhadap situasi tersebut. Juru bicara Komisi Eropa, Olof Gill, mengatakan bahwa kepentingan Uni Eropa akan tetap dilindungi.
Uni Eropa juga mengingatkan bahwa kesepakatan perdagangan sebelumnya telah dicapai dengan pemerintah AS. Kesepakatan tersebut dicapai di Skotlandia setelah periode ketidakpastian ekonomi akibat kebijakan tarif besar-besaran. Pernyataan tersebut menegaskan bahwa setiap perubahan kebijakan harus mempertimbangkan kerangka perdagangan internasional yang ada.
“Baca Juga: Vivo X300 Ultra Segera Masuk Indonesia”
Isu Pengeluaran NATO Tambah Ketegangan AS dan Spanyol
Selain isu militer di Iran, Trump juga menyinggung pengeluaran pertahanan NATO oleh Spanyol. Presiden AS kembali mengkritik keputusan Madrid terkait anggaran pertahanan. Trump menilai Spanyol tidak memenuhi target pengeluaran NATO sebesar 5 persen dari produk domestik bruto. Ia bahkan menyebut Spanyol sebagai satu-satunya negara NATO yang tidak setuju dengan target tersebut.
Pemerintah Spanyol sebelumnya menyatakan bahwa kemampuan militernya dapat dipertahankan dengan pengeluaran sekitar 2,1 persen dari PDB. Angka tersebut berada di atas target minimal NATO sebesar 2 persen. Namun Trump menilai angka tersebut masih tidak memadai. Ia berulang kali menekan sekutu NATO untuk meningkatkan kontribusi pertahanan mereka.
Sementara itu, pemerintah Spanyol membela posisinya dengan menyebut negara tersebut sebagai anggota penting NATO. Madrid juga menegaskan kontribusinya terhadap keamanan kawasan Eropa. Perbedaan pandangan ini menjadi faktor tambahan dalam meningkatnya ketegangan antara kedua negara. Situasi tersebut menunjukkan kompleksitas hubungan politik dan keamanan antara Amerika Serikat dan sekutunya di Eropa.



