paingsoe – Perdana Menteri Inggris Andy Burnham menyetujui penggunaan pangkalan militer Inggris oleh Amerika Serikat untuk mendukung operasi yang disebut sebagai serangan defensif terhadap Iran. Keputusan tersebut melanjutkan kebijakan pemerintahan sebelumnya di tengah meningkatnya ketegangan antara Washington dan Teheran.
Persetujuan ini diberikan setelah Burnham menerima pengarahan mengenai keputusan yang telah dibahas oleh para menteri dan pejabat senior sebelum dirinya resmi menjabat sebagai perdana menteri. Langkah tersebut membuat Inggris tetap memberikan dukungan terhadap penggunaan fasilitas militernya dalam operasi Amerika Serikat.
“Baca Juga: Minecraft Resmi Perbarui System Requirement Jadi RAM 16GB”
Perkembangan ini terjadi ketika konflik antara Amerika Serikat dan Iran kembali meningkat. Operasi militer yang berlangsung dalam beberapa hari terakhir turut meningkatkan perhatian terhadap peran negara-negara sekutu Washington.
Pemerintahan Sebelumnya Bahas Kebijakan Penggunaan Pangkalan Inggris
Sebelum Andy Burnham mulai menjabat sebagai perdana menteri, pemerintahan yang dipimpin Keir Starmer menggelar pertemuan dengan para menteri dan pejabat senior. Pertemuan tersebut berlangsung pada Jumat, 17 Juli 2026.
Agenda utama pertemuan adalah membahas kebijakan Inggris setelah Amerika Serikat kembali melanjutkan operasi militernya pada awal bulan. Sejumlah sumber yang mengetahui pembahasan tersebut menyebut pemerintah memutuskan mempertahankan kebijakan yang sudah berlaku sebelumnya.
Menurut sumber tersebut, Inggris tetap mengizinkan penggunaan pangkalan militernya untuk mendukung operasi yang dikategorikan sebagai serangan defensif terhadap Iran. Kebijakan itu kemudian diteruskan oleh pemerintahan baru.
Burnham, yang resmi menjabat sebagai perdana menteri pada Senin, 20 Juli 2026, disebut telah menerima penjelasan mengenai hasil pembahasan tersebut. Setelah menerima pengarahan, ia menyetujui keputusan yang telah diambil.
Diego Garcia dan RAF Fairford Tetap Dapat Digunakan Amerika Serikat
Berdasarkan keputusan tersebut, Amerika Serikat tetap dapat menggunakan pangkalan militer Inggris di Diego Garcia yang berada di Samudra Hindia. Selain itu, fasilitas RAF Fairford di Gloucestershire juga tetap tersedia untuk mendukung operasi tertentu.
Sumber yang mengetahui kebijakan tersebut menyebut kedua pangkalan dapat digunakan oleh pesawat militer Amerika Serikat. Operasi itu diklaim bertujuan menghadapi ancaman rudal Iran serta mendukung misi yang berkaitan dengan Selat Hormuz.
Selat Hormuz merupakan salah satu jalur pelayaran energi paling penting di dunia. Kawasan tersebut kerap menjadi titik ketegangan ketika hubungan antara Iran dan negara-negara Barat memburuk.
Dengan tetap dibukanya akses ke kedua pangkalan tersebut, Inggris diperkirakan akan terus berperan sebagai mitra penting Amerika Serikat dalam berbagai operasi militer di kawasan.
Burnham Lanjutkan Kebijakan Pemerintahan Keir Starmer
Menurut sumber yang mengetahui pembahasan tersebut, Andy Burnham memilih mempertahankan kebijakan yang telah ditetapkan pemerintahan Keir Starmer. Keputusan ini menunjukkan adanya kesinambungan kebijakan pertahanan meskipun terjadi pergantian kepemimpinan.
Sumber tersebut berbicara dengan syarat identitasnya tidak dipublikasikan karena informasi yang disampaikan berkaitan dengan isu keamanan nasional. Mereka menyebut Burnham mendukung penggunaan pangkalan Inggris untuk operasi yang dikategorikan sebagai defensif oleh Amerika Serikat.
Dengan keputusan tersebut, pangkalan militer Inggris berpotensi terus digunakan dalam sejumlah operasi Amerika Serikat yang sedang berlangsung. Namun, belum ada rincian resmi mengenai bentuk dukungan operasional yang akan diberikan dalam setiap misi.
Pemerintah Inggris juga belum mengumumkan perubahan kebijakan lain terkait keterlibatan negaranya dalam perkembangan konflik tersebut.
“Baca Juga: Steam Deck Catat Penurunan Penjualan hingga 82%”
Operasi Militer AS terhadap Iran Terus Berlanjut
Keputusan Inggris muncul ketika operasi militer Amerika Serikat terhadap Iran telah memasuki hari ke-10 sejak kembali dilanjutkan. Situasi tersebut menunjukkan bahwa ketegangan di kawasan masih belum mereda.
Komando Pusat Amerika Serikat menyatakan pasukannya kembali melancarkan serangan terhadap sejumlah sasaran di Iran. Target yang disebut meliputi pusat komando militer, lokasi peluncuran rudal, serta sistem pertahanan udara.
Perkembangan tersebut memperlihatkan bahwa operasi militer Amerika Serikat masih terus berlangsung. Di sisi lain, keputusan pemerintah Inggris mempertahankan akses terhadap pangkalan militernya menunjukkan dukungan yang berkelanjutan terhadap kebijakan sekutunya.
Dengan kondisi yang masih berkembang, perhatian internasional kini tertuju pada dampak lanjutan dari operasi militer tersebut. Langkah Inggris mempertahankan kebijakan penggunaan pangkalan juga diperkirakan akan terus menjadi bagian penting dalam dinamika hubungan keamanan antara London, Washington, dan kawasan Timur Tengah.




