Ronaldo Dinilai Gagal Jadi Panutan Hojlund di Manchester United

Ronaldo Dinilai Gagal Jadi Panutan Hojlund di Manchester United

paingsoe–Kehadiran Rasmus Hojlund di Manchester United semula dipandang sebagai solusi jangka panjang di lini depan Setan Merah. Namun, performanya justru menurun drastis sepanjang musim. Menurut eks pemain Manchester United, Clayton Blackmore, salah satu faktor yang memengaruhi kegagalan Hojlund adalah tidak adanya sosok Cristiano Ronaldo sebagai mentor di ruang ganti Old Trafford.

Pada musim panas 2023, Manchester United menggelontorkan 77 juta euro untuk memboyong Hojlund dari Atalanta. Usianya yang masih 22 tahun membuatnya dianggap sebagai investasi jangka panjang klub. Sayangnya, ekspektasi tinggi dari publik dan manajemen belum mampu dibayar dengan performa meyakinkan. Sejak bergabung, Hojlund gagal menunjukkan ketajamannya secara konsisten, dan justru menjadi sorotan karena minim kontribusi gol.

Situasi semakin tidak berpihak kepada Hojlund. Ia kini masuk dalam daftar jual klub menjelang musim 2025/2026. Ketertarikan terhadap sang striker datang dari tiga klub besar Serie A: Inter Milan, AC Milan, dan AS Roma. Ketiganya dikabarkan terus memantau situasi pemain muda Denmark itu.

Penambahan Matheus Cunha di lini serang United makin menekan posisi Hojlund. Cunha yang tampil solid bersama Wolves dinilai memiliki daya saing lebih baik. Persaingan ketat ini membuat peluang Hojlund tampil sebagai starter makin kecil, dan memperbesar peluangnya untuk dilepas.

Dalam analisisnya, Blackmore menyoroti absennya figur senior seperti Ronaldo yang seharusnya bisa membimbing Hojlund. “Kehadiran Ronaldo akan memberi arahan mental dan teknis yang sangat dibutuhkan pemain muda seperti Hojlund,” ungkapnya.

Ke depan, masa depan Hojlund di United akan sangat bergantung pada keputusan manajemen dan tawaran konkret dari Italia. Jika tak segera bangkit, kariernya di Premier League bisa berakhir lebih cepat dari yang diperkirakan.

“Baca juga: Wabah Bakteri Pemakan Daging di Jepang Cara Cegah Penularan” [3]

Clayton Blackmore Sebut Ketidakhadiran Ronaldo Hambat Perkembangan Rasmus Hojlund

Mantan pemain Manchester United, Clayton Blackmore, mengungkapkan bahwa Rasmus Hojlund mengalami kesulitan beradaptasi di Old Trafford karena tidak sempat belajar langsung dari Cristiano Ronaldo. Ia menilai, absennya sosok legendaris seperti Ronaldo meninggalkan kekosongan besar yang berdampak pada perkembangan pemain muda seperti Hojlund.

Hojlund didatangkan dari Atalanta pada bursa transfer musim panas 2023 dengan harga tinggi, mencapai 77 juta euro. Namun, sepanjang musim pertamanya di Premier League, performanya belum sesuai harapan. Blackmore percaya bahwa pengalaman dan bimbingan Ronaldo bisa membantu Hojlund mengatasi tekanan besar bermain untuk klub sebesar Manchester United.

“Saya turut prihatin dengan Hojlund. Ia masih muda dan masih dalam tahap belajar,” kata Blackmore, dikutip dari Goal International. “Ronaldo akan menjadi sosok hebat untuk ia pelajari dan bermain bersama. Sekarang ia sendirian dan harus belajar sendiri,” lanjutnya.

Selain menyoroti Hojlund, Blackmore juga mengkritik keputusan Erik ten Hag dalam kebijakan transfer. Ia mempertanyakan logika merekrut pemain muda yang belum terbukti di Liga Inggris dengan harga tinggi. Menurutnya, Premier League memiliki intensitas dan tekanan yang sangat berbeda dibandingkan liga lain seperti Serie A.

“Ia hanya mencetak 13 gol senior saat direkrut. Itu keputusan besar dari Ten Hag,” ujar Blackmore. “Saya tidak tahu apa yang ia pikirkan. Membeli begitu banyak pemain yang belum terbukti adalah risiko besar.”

Ke depan, nasib Hojlund di United akan bergantung pada kemampuannya untuk cepat berkembang. Tanpa mentor dan performa yang meyakinkan, posisinya bisa tergeser oleh pemain baru seperti Matheus Cunha atau bahkan berujung pada kepindahan ke klub lain.

“Baca juga: Transformasi Digital Bisnis di Indonesia, Mekari Mengakuisisi“ [2]