paingsoe – Erick Thohir resmi dilantik sebagai Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Republik Indonesia, menggantikan Dito Ariotedjo, pada Rabu di Istana Negara, Jakarta. Penunjukan ini dilakukan Presiden Prabowo Subianto sebagai bagian dari strategi pemerintah memperkuat transformasi olahraga nasional dan pemberdayaan generasi muda.
Erick, yang kini berusia 55 tahun, memiliki rekam jejak panjang di dunia olahraga. Ia sebelumnya menjabat Ketua PB Perbasi, Ketua Komite Olimpiade Indonesia, serta Ketua Pelaksana Asian Games 2018. Saat ini, Erick juga memimpin PSSI periode 2023-2027, menunjukkan pengalaman luasnya dalam organisasi olahraga berskala nasional maupun internasional.
“Dengan pengalaman Erick di berbagai organisasi olahraga, kami yakin beliau mampu membawa perubahan nyata dan program yang berdampak positif bagi atlet dan generasi muda,” ujar sumber dari Kementerian Pemuda dan Olahraga.
Sebagai Menpora, Erick dipastikan akan fokus pada penguatan infrastruktur olahraga, pembinaan atlet muda, serta peningkatan prestasi kompetitif timnas Indonesia. Penunjukan ini juga mencerminkan loyalitas Erick kepada Presiden, yang selama ini dikenal konsisten dalam menjalankan amanah.
Selain itu, Erick diharapkan memfasilitasi kolaborasi antar-kementerian dan lembaga terkait untuk mempercepat transformasi olahraga, termasuk pengembangan akademi atlet, dukungan finansial, dan program-program peningkatan kapasitas pelatih.
“Baca Juga: Wuling Luncurkan New Binguo EV, Harga Mulai Rp279 Juta“
Dengan kombinasi pengalaman manajerial dan pengetahuan luas tentang ekosistem olahraga nasional, Erick Thohir diharapkan mampu membawa momentum baru bagi olahraga Indonesia. Pemerintah menekankan bahwa fokus utama Menpora baru ini adalah peningkatan kualitas atlet, prestasi tim nasional, serta pembangunan sarana olahraga modern di berbagai daerah.
Infantino Puji Erick Thohir, Menpora Hadapi Tantangan Besar di Olahraga
Presiden FIFA, Gianni Infantino, memberikan apresiasi tinggi kepada Erick Thohir atas kinerjanya sebagai Ketua Umum PSSI. Ia menilai Erick telah melakukan pekerjaan luar biasa dalam membangun fondasi baru bagi sepak bola Indonesia. Pujian tersebut muncul seiring dengan peran baru Erick sebagai Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora), yang kini mendapat perhatian publik luas.
Infantino optimistis Erick akan membawa visi dan kepemimpinan kuat untuk mengembangkan olahraga di Indonesia, terutama sepak bola. Menurutnya, pengalaman Erick di dunia internasional menjadi modal penting untuk mempercepat transformasi olahraga nasional. Kehadiran Erick di kursi Menpora dinilai mampu menjembatani hubungan Indonesia dengan lembaga olahraga dunia, termasuk FIFA.
Sebagai Menpora, Erick menghadapi tantangan besar dalam waktu dekat. Ia diharapkan mampu menyiapkan strategi jangka panjang agar Indonesia dapat bersaing di Piala Dunia 2026. Tidak hanya itu, Erick juga dituntut memastikan kesiapan kontingen nasional dalam menghadapi SEA Games 2025 di Thailand. Dua agenda besar tersebut menjadi tolok ukur keberhasilan kepemimpinannya di sektor olahraga.
Pemerintah menaruh harapan besar terhadap langkah Erick dalam membangun ekosistem olahraga berkelanjutan. Hal ini mencakup pembinaan atlet muda, modernisasi fasilitas olahraga, hingga penguatan tata kelola federasi. Dengan pengalaman sebelumnya di berbagai sektor, termasuk sebagai Presiden Inter Milan, Erick diyakini mampu membawa inovasi sekaligus meningkatkan standar profesionalisme olahraga Indonesia.
“Baca Juga: Kominfo Susun Aturan Baru Penggunaan AI di Indonesia“
Dalam beberapa kesempatan, Erick menyampaikan visinya untuk mengintegrasikan pendidikan, kesehatan, dan olahraga sebagai satu ekosistem yang saling mendukung. Upaya ini dinilai relevan dengan kebutuhan generasi muda yang tidak hanya berorientasi pada prestasi, tetapi juga kesejahteraan jangka panjang.




